Jadi apa saja asalkan jangan GURU! Itulah yang ada di pikiranku 6, 5, 4, 3, 2, hingga 1 tahun yang lalu. Saat pertama kali menginjakkan kaki di universitas dengan jurusan keguruan, saat itu pula aku memastikan bahwa diriku tidak ingin menjadi guru. Kok aneh sih? Ngapain masuk jurusan keguruan dong kalo gitu? Iyaa, aku juga tak habis pikir kenapa aku dulu mengambil jurusan itu. Yang paling melekat di pikiranku hanyalah saat aku mendaftar kuliah dengan rapot dan yang terpikir olehku hanyalah jurusan yang direkomendasikan oleh wali kelasku saat itu, yaa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris... Bisa dibilang aku mengambil jurusan itu karna ketidaksengajaan. Dan saat menjalani hari- hari sebagai mahasiswa pun aku tidak menemukan sedikitpun keinginan untuk mengajar. Mendapat banyak ilmu dari dosen- dosenku mengenai pendidikan, di semester- semester atas, aku mulai berkeinginan untuk nantinya berkecimpung di dunia pendidikan, tapi bukan sebagai guru. Aku ingin bergabung dengan lembaga...
As we live, making decisions we regret or encountering difficulties of life, doesn't make it a sad life. If we regret something, we gain wisdom. When bad things happen, we'll learn to appreciate the good things in our life. CHEER YOUR LIFE UP!