Skip to main content

Jadi Guru???

Jadi apa saja asalkan jangan GURU!
Itulah yang ada di pikiranku 6, 5, 4, 3, 2, hingga 1 tahun yang lalu.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di universitas dengan jurusan keguruan, saat itu pula aku memastikan bahwa diriku tidak ingin menjadi guru. Kok aneh sih? Ngapain masuk jurusan keguruan dong kalo gitu?
Iyaa, aku juga tak habis pikir kenapa aku dulu mengambil jurusan itu.
Yang paling melekat di pikiranku hanyalah saat aku mendaftar kuliah dengan rapot dan yang terpikir olehku hanyalah jurusan yang direkomendasikan oleh wali kelasku saat itu, yaa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris...
Bisa dibilang aku mengambil jurusan itu karna ketidaksengajaan. Dan saat menjalani hari- hari sebagai mahasiswa pun aku tidak menemukan sedikitpun keinginan untuk mengajar. Mendapat banyak ilmu dari dosen- dosenku mengenai pendidikan, di semester- semester atas, aku mulai berkeinginan untuk nantinya berkecimpung di dunia pendidikan, tapi bukan sebagai guru. Aku ingin bergabung dengan lembaga pendidikan seperti Kementerian Pendidikan, atau Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi. Kenapa? karna aku lebih senang berada di belakang layar.

Sebelum lulus, sempat terpikir untuk melanjutkan S2 di luar negeri dengan beasiswa dan mengambil jurusan pengembangan kurikulum, longlife learning, atau manajemen pendidikan. Namun faktanya mendapat beasiswa luar negeri tidak semudah itu. Banyak berkas dan dokumen yang harus kupersiapkan. Dan yang paling utama adalah kemampuan berbahasa Inggris, IELTS atau TOEFL. Harganya pun tidak murah, jadi mau tidak mau aku harus menabung untuk mengikuti pelatihan dan tesnya. Ditambah lagi dokumen- dokumen yang harus aku translate di penerjemah tersumpah. Jadi aku harus benar- benar menabung karna aku ingin belajar mandiri secara keuangan.

Hingga akhirnya setelah lulus dan wisuda, aku memilih untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. Saat itu motto ku masih, "kalo bisa jangan jadi guru." Aku tidak ingin menjadi guru karna aku merasa bahwa aku tidak bakat bekerja dengan setiap hari berhubungan dengan banyak orang. Aku merasa lebih senang bekerja dengan komputer ketimbang dengan manusia. Maka dari itulah aku tidak ingin menjadi guru. Dan Allah mengabulkan permintaanku, aku diterima bekerja di sebuah perusahaan pelatihan bahasa. Di sana aku memiliki peran sebagai International Officer atau Staf Internasional. Aku bekerja sehari- hari dengan laptop, kertas, dan telepon kantor dari pagi hingga sore. Ya seperti halnya bekerja di sebuah perusahaan, jam kerjanya 8-9 jam perhari. Meskipun berhubungan dengan banyak orang juga, tapi setidaknya tidak bertemu langsung setiap harinya.

Belum genap dua bulan bekerja,  Allah memberiku hadiah melalui atasan di kantorku. Aku dikirim ke Singapura untuk menemani anak- anak SMA yang akan mengunjungi beberapa universitas di sana. Senang sekali rasanya. Untuk pertama kalinya aku ke luar negeri. Meskipun hanya di Singapura, hanya beberapa hari, dan pejalanannya penuh dengan tugas (bukan liburan), namun aku bersyukur Allah memberiku kesempatan untuk mengembangkan diriku, dengan mengurus orang lain di luar negeri, yang notabene aku pun baru pertama kali ke sana, dan Alhamdulillah Allah memudahkan segala urusanku di sana.

Setelah kembali ke Indonesia, aku bekerja lagi seperti biasa. Empat bulan bekerja, aku merasa ada yang kurang dalam diriku. Aku merasa bosan dengan rutinitasku. Aku terus berdoa kepada Allah apakah yang terbaik aku resign atau tetap di tempat aku bekerja..
Hingga akhirnya, Allah mengirim jawaban atas doaku melalui kakakku..

(to be continued)

Comments

Popular posts from this blog

Jadi Guru?? (Part 2)

 Bismillah.. Mari kita lanjutkan setelah sekian lama dalam diam hehe Jadi, saat sedang dalam kebingungan, tiba- tiba kakakku yang berada di luar kota menghubungiku melalui aplikasi pesan. Dia bertanya padaku, apakah aku bersedia mengajar di SMP khusus putri di dekat tempat tinggalnya karena kebetulan SMP tersebut masih baru dan membutuhkan guru bahasa Inggris. Sejenak, aku merasa seperti mendapat jawaban atas kebingunganku saat ini. Tapi, itu tidak lantas membuatku langsung menerima tawaran dari kakakku karna aku juga belum merasa yakin untuk mengajar. Tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana nantinya jika aku mengajar. Dalam hatiku, masih ada keinginan cukup besar untuk tidak menjadi guru. Tapi di sisi lain, ada sedikit keinginan dalam diriku untuk mencoba menyalurkan ilmu yang selama ini aku dapat di bangku perkuliahan. Aku benar- benar bingung kala itu... Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk sholat istikharah dan benar- benar pasrah meminta petunjuk kepada Allah. Aku berdoa a...

The Worldly Life

Bismillah This may be the shortest post I've ever made until now. About this world, I think most of us have known that this is temporary. There'll be the end of this world. We'll surely leave this worldly life, yet we feel so hard to disengage from this world. Why? Cause our desire toward anything in this world is higher than our desire toward the Hereafter. Perhaps. I don't find the reason yet, tbh. But one sure thing is that, everyone shall taste death. Death, that's not the end of our life. That's the start toward the eternal life. The destination will be only two, Paradise or hellfire. Thus, prepare carefully for we're here in this world to get the nicest eternal life, insyaa Allah. May Allah guide us always ❤

Re-Hello

Bismillah.. Alright.. Welcome back me to this unseen world (re: blog) Okee.. Jadi sebenernya ini bukan blog pertama aku. Dulu aku udah pernah bikin, alamatnya pintansblog.blogspot.com . Nah karena aku bikin itu waktu jaman jahiliyah, alias jaman alay gitu, jadi aku pengen ngedit- ngedit isinya gitu biar lebih bermanfaat *ceileh gaya bermanfaat ceunah Tetapi, sayangnya aku lupa password blog aku yang itu. Jadilah aku bikin blog baru lagi.. Sebenernya pengen menghidupkan hobi menulis lagi juga sih, makanya CLBK gitu buat nge-blog.. Dan karena usia semakin menunjukan kedewasaan *halah* jadi ya pengen bikin blog yang lebih bermanfaat gitu eheueheuehue Well, disini aku pengen share tentang cerita kehidupan. Sebenernya simple sih.. Kalian bisa lihat di judul aku gitu kan "I typed your common stories". Jadi intinya itu, aku pengen mengulas tentang hal- hal yang biasa kita temuin. Tapi, karena aku suka ngasih motivasi dan bisa dibilang agak bawel, jadi yaa mungkin disetiap postingan...