Skip to main content

The Worldly Life

Bismillah

This may be the shortest post I've ever made until now.

About this world, I think most of us have known that this is temporary. There'll be the end of this world. We'll surely leave this worldly life, yet we feel so hard to disengage from this world.

Why?

Cause our desire toward anything in this world is higher than our desire toward the Hereafter. Perhaps.

I don't find the reason yet, tbh.

But one sure thing is that, everyone shall taste death.

Death, that's not the end of our life. That's the start toward the eternal life.

The destination will be only two, Paradise or hellfire.

Thus, prepare carefully for we're here in this world to get the nicest eternal life, insyaa Allah.

May Allah guide us always ❤

Comments

Popular posts from this blog

Jadi Guru?? (Part 2)

 Bismillah.. Mari kita lanjutkan setelah sekian lama dalam diam hehe Jadi, saat sedang dalam kebingungan, tiba- tiba kakakku yang berada di luar kota menghubungiku melalui aplikasi pesan. Dia bertanya padaku, apakah aku bersedia mengajar di SMP khusus putri di dekat tempat tinggalnya karena kebetulan SMP tersebut masih baru dan membutuhkan guru bahasa Inggris. Sejenak, aku merasa seperti mendapat jawaban atas kebingunganku saat ini. Tapi, itu tidak lantas membuatku langsung menerima tawaran dari kakakku karna aku juga belum merasa yakin untuk mengajar. Tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana nantinya jika aku mengajar. Dalam hatiku, masih ada keinginan cukup besar untuk tidak menjadi guru. Tapi di sisi lain, ada sedikit keinginan dalam diriku untuk mencoba menyalurkan ilmu yang selama ini aku dapat di bangku perkuliahan. Aku benar- benar bingung kala itu... Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk sholat istikharah dan benar- benar pasrah meminta petunjuk kepada Allah. Aku berdoa a...

Jadi Guru???

Jadi apa saja asalkan jangan GURU! Itulah yang ada di pikiranku 6, 5, 4, 3, 2, hingga 1 tahun yang lalu. Saat pertama kali menginjakkan kaki di universitas dengan jurusan keguruan, saat itu pula aku memastikan bahwa diriku tidak ingin menjadi guru. Kok aneh sih? Ngapain masuk jurusan keguruan dong kalo gitu? Iyaa, aku juga tak habis pikir kenapa aku dulu mengambil jurusan itu. Yang paling melekat di pikiranku hanyalah saat aku mendaftar kuliah dengan rapot dan yang terpikir olehku hanyalah jurusan yang direkomendasikan oleh wali kelasku saat itu, yaa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris... Bisa dibilang aku mengambil jurusan itu karna ketidaksengajaan. Dan saat menjalani hari- hari sebagai mahasiswa pun aku tidak menemukan sedikitpun keinginan untuk mengajar. Mendapat banyak ilmu dari dosen- dosenku mengenai pendidikan, di semester- semester atas, aku mulai berkeinginan untuk nantinya berkecimpung di dunia pendidikan, tapi bukan sebagai guru. Aku ingin bergabung dengan lembaga...