Skip to main content

Dosen vs Mahasiswa

Crita- crita kuy..
pernah nggak sih kamu ngerasain males banget ngerjain skripsi dan pengen nikah aja??
Kalo kata meme meme di internet sih “semester 8 merupakan semester dimana para mahasiswa ingin menikah saja”...
Lahh itu anak semester 8 aja udah pengen nikah apalagi yang udah semester 10 coba??

Oke, tapi alasan mahasiswa ngerjain skripsi lama itu sebenernya  bukan hanya karna mahasiswa tersebut bodoh atau males. Inget!! Jangan anggep semua mahasiswa yang lulusnya telat itu berarti mahasiswa yang bodoh atau males.

Menurut kacamata pandang gue, ada beberapa alasan mahasiswa lulus telat selain dia emang males ngerjain..
Yang pertama, alasan mahasiswa tidak lulus tepat pada waktunya adalah karena kelemahannya di depan dosen. Dia nggak bisa membantah kebenaran saat skripsinya direvisi. Padahal, dosen itu juga manusia yang terkadang suka lupa. Contoh cerita, dihari ini kita bimbingan dan dapet revisi halaman 23 paragraf kedua. Dihari selanjutnya, dosen pembimbing yang sama ngerevisi bagian yang sama yang sudah beliau revisi sebelumnya. Jadi, intinya merevisi hasil revisian beliau sendiri. Begituuu aja terus sampe hujan coklat menghujani ladang gandum dan jadilah kokokerans. Kapan lulusnya kalo direvisi ulang ulang di bagian yang sama yekan??

Alasan kedua mahasiswa nggak lulus tepat waktu adalah karena banyaknya antrian mahasiswa yang butuh dibimbing sedangkan seorang dosen yang sudah sangatlah sibuk hanya dapat ditemui dihari- hari tertentu dengan frekuensi bimbingan pertama dan selanjutnya tidak menentu, sebulan sekali misalnya. Yaps! Mahasiswa yang hanya dapat melaksanakan bimbingan sebulan sekali itu luar biasa. Luar biasa sabarnya babe mereka yang bayar uang semesteran. Padahal, satu semester itu ada sekitar empat bulan. Of course it will be impossible to finish the final project only in one semester because there are only four meetings. Dan kalo aturan di kampusku, mahasiswa bisa ujian skripsi kalo udah minimal 8 kali (kalo nggak salah) bimbingan masing- masing ke dosen satu dan dosen dua. Berarti paling engga dua semester baru bisa ujian. Itupun kalo revisiannya sedikit dan kemajuannya cepet. Kalo satu bab revisi sampe dua tiga kali atau bahkan lebih, yaa berarti si mahasiswa harus lebih sering ngirim pesan semangat ke babenya. Semangat buat cari uang buat bayar semesteran (lagi)..

Lanjut nih alasan ketiga mahasiswa telat lulus itu karena temennya, temen sekamarnya. Jadi biasanya gini, kamu pas lagi mau buka file skripsi, eh temen sekamarmu buka drama korea. Nah, kamu denger tu percakapan dari dramanya.. “saranghaeyo.. saranghae” bubaar deh mind mapping di otak tentang skripsi. Akhirnya ikutan nonton drama korea juga. Padahal, kalo nonton drama korea itu pasti ketagihan dan susah berhenti sampe episode terakhir. Padahal lagi, drama korea yang ditonton temenmu itu Empress Ki yang punya 55 episode. Keburu naruto gondrong deh nungguin kamu ngerjain skripsi..

Alesan keempat, mahasiswa telat lulus itu biasanya karna pacarnya. Pacarnya yang posesif tiap menit sms dan kalo nggak dibales miscall ratusan kali. Dikiranya lagi selingkuh atau lagi chattingan sama orang lain. Padahal kamunya lagi serius ngerjain skripsi. Akhirnya, konsentrasi keganggu deh. Nggak jadi ngerjain skripsi, malah smsan sama si pacar. Bahasnya pun nggak penting. Paling Cuma nanya lagi apa, udah makan belom, makan sama apa, sekarang pake baju warna apa, pokoknya bahas hal- hal nggak penting sampe nyamuk disekitar pake baju motif apa juga dibahas..

Jadi kesimpulannya, kalo menurut gue, alasan mahasiswa telat lulus itu nggak cuma dari faktor mahasiswanya sendiri, tapi ada faktor eksternal seperti dosen pembimbingnya, temannya, atau bahkan pacarnya.

Tapi anehnya, mahasiswa yang biasanya dapet dosen pembimbing yang gampang ditemuin dan cepet revisiannya, mereka malah males- malesan buat bimbingan. Entah apa yang mereka tunggu. Apa mungkin mereka nunggu penjual es krim dikampus ngejual menu es krim anget kali yaa..
Itu juga tuh yang bikin mahasiswa saling iri satu sama lain..
Mahasiswa yang rajin ngampus, qodarullah dapet dosen yang susah ditemuin, atau dapet dosen yang sering ngulang revisian, atau bahkan dapet dosen luar biasa yang susah ditemuin dan sering ngulang revisian. Sedangkan mahasiswa yang malesan dan nggak ada semangat buat ngerjain skripsi dapet dosen yang sangat mudah untuk ditemui dan merevisi sedikit demi mempercepat kelulusan mahasiswanya. Pastilah mahasiswa yang mendapat dosen luar biasa akan iri terhadap temannya yang mendapat dosen yang mudah ditemui.

Tapi mau gimana lagi yekan? Dosen itu kan sibuk, banyak kewajiban yang harus dikerjakan, apalagi yang sudah berkeluarga, harus dapat membagi waktu dan pekerjaannya harus tetap terselesaikan. Tapi sesulit apapun menjadi seorang dosen, percayalah menjadi mahasiswa itu lebih sulit. Apalagi mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan skripsinya..
gimana kalo menurutmu??

Intan Permata

Comments

Popular posts from this blog

Jadi Guru?? (Part 2)

 Bismillah.. Mari kita lanjutkan setelah sekian lama dalam diam hehe Jadi, saat sedang dalam kebingungan, tiba- tiba kakakku yang berada di luar kota menghubungiku melalui aplikasi pesan. Dia bertanya padaku, apakah aku bersedia mengajar di SMP khusus putri di dekat tempat tinggalnya karena kebetulan SMP tersebut masih baru dan membutuhkan guru bahasa Inggris. Sejenak, aku merasa seperti mendapat jawaban atas kebingunganku saat ini. Tapi, itu tidak lantas membuatku langsung menerima tawaran dari kakakku karna aku juga belum merasa yakin untuk mengajar. Tidak pernah terbayangkan olehku bagaimana nantinya jika aku mengajar. Dalam hatiku, masih ada keinginan cukup besar untuk tidak menjadi guru. Tapi di sisi lain, ada sedikit keinginan dalam diriku untuk mencoba menyalurkan ilmu yang selama ini aku dapat di bangku perkuliahan. Aku benar- benar bingung kala itu... Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk sholat istikharah dan benar- benar pasrah meminta petunjuk kepada Allah. Aku berdoa a...

The Worldly Life

Bismillah This may be the shortest post I've ever made until now. About this world, I think most of us have known that this is temporary. There'll be the end of this world. We'll surely leave this worldly life, yet we feel so hard to disengage from this world. Why? Cause our desire toward anything in this world is higher than our desire toward the Hereafter. Perhaps. I don't find the reason yet, tbh. But one sure thing is that, everyone shall taste death. Death, that's not the end of our life. That's the start toward the eternal life. The destination will be only two, Paradise or hellfire. Thus, prepare carefully for we're here in this world to get the nicest eternal life, insyaa Allah. May Allah guide us always ❤

Re-Hello

Bismillah.. Alright.. Welcome back me to this unseen world (re: blog) Okee.. Jadi sebenernya ini bukan blog pertama aku. Dulu aku udah pernah bikin, alamatnya pintansblog.blogspot.com . Nah karena aku bikin itu waktu jaman jahiliyah, alias jaman alay gitu, jadi aku pengen ngedit- ngedit isinya gitu biar lebih bermanfaat *ceileh gaya bermanfaat ceunah Tetapi, sayangnya aku lupa password blog aku yang itu. Jadilah aku bikin blog baru lagi.. Sebenernya pengen menghidupkan hobi menulis lagi juga sih, makanya CLBK gitu buat nge-blog.. Dan karena usia semakin menunjukan kedewasaan *halah* jadi ya pengen bikin blog yang lebih bermanfaat gitu eheueheuehue Well, disini aku pengen share tentang cerita kehidupan. Sebenernya simple sih.. Kalian bisa lihat di judul aku gitu kan "I typed your common stories". Jadi intinya itu, aku pengen mengulas tentang hal- hal yang biasa kita temuin. Tapi, karena aku suka ngasih motivasi dan bisa dibilang agak bawel, jadi yaa mungkin disetiap postingan...