Ada beberapa orang yang berusaha keras untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Disisi lain ada juga yang tidak mudah untuk keluar dari universitas untuk dapat menyandang gelar sarjana. Di belahan bumi lain, ada yang sedang berusaha sepenuh hati untuk melanjutkan sekolah ke jenjang magister. Yang lain lagi sedang berpusing- pusing ria mencari pekerjaan. Belum lagi yang tidak terlihat, yang sedang berusaha sepenuh hati untuk mendapatkan pasangan hidup...
Ya, begitulah kira- kira gambaran hidup. Ini hanya dilihat dari satu sisi saja, sisi ideal kehidupan, yang mampu bersekolah bahkan hingga jenjang S2 dengan tidak memandang sisi lain dari kehidupan. Sisi lain seperti apa? Sisi lain dimana ada yang setiap malam menahan dingin karna tak punya selimut, bahkan tak punya rumah. Ada pula yang menggenggam erat perut karna menahan lapar. Yang lain lagi bekerja dari petang hingga petang kembali untuk dapat menghidupi keluarganya..
Setiap manusi memiliki ceritanya masing- masing. Entah cerita yang menyedihkan ataupun cerita yang membahagiakan. Setiap cerita memiliki arti masing- masing bagi setiap orang. Bisa jadi, orang yang terlihat memiliki masalah yang begitu banyak, ternyata dia merasa menjadi orang yang paling bahagia. Semua bergantung bagaimana kita menilai setiap cerita yang kita miliki. Kita menilainya dengan positif ataukah negatif itulah yang nantinya akan mempengaruhi cara kita memandang hidup ini..
Sebenarnya, setiap masalah yang kita hadapi adalah ujian untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi dalam kehidupan. Seberapa hebat kita menghadapi atau menyelesaikan masalah tersebut menunjukkan seberapa tinggi kita menaiki level lanjutan di kehidupan ini.
Ingatlah satu hal, sekecil apapun masalah yang membebani kita, tak akan sia- sia karna itu mampu menjadi penggugur dosa- dosa kita. Kurang nikmat apa kalau sudah begini? Ketika kita mendapat masalah, itu berarti Allah sedang menghapuskan dosa- dosa kita, dan Allah sedang melatih kita untuk menjadi pribadi yang siap menghadapi jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Siap- siap untuk menjadi orang hebat yang dikurangi beban dosanya. Senantiasa bersyukurlah karnanya...
Ya, begitulah kira- kira gambaran hidup. Ini hanya dilihat dari satu sisi saja, sisi ideal kehidupan, yang mampu bersekolah bahkan hingga jenjang S2 dengan tidak memandang sisi lain dari kehidupan. Sisi lain seperti apa? Sisi lain dimana ada yang setiap malam menahan dingin karna tak punya selimut, bahkan tak punya rumah. Ada pula yang menggenggam erat perut karna menahan lapar. Yang lain lagi bekerja dari petang hingga petang kembali untuk dapat menghidupi keluarganya..
Setiap manusi memiliki ceritanya masing- masing. Entah cerita yang menyedihkan ataupun cerita yang membahagiakan. Setiap cerita memiliki arti masing- masing bagi setiap orang. Bisa jadi, orang yang terlihat memiliki masalah yang begitu banyak, ternyata dia merasa menjadi orang yang paling bahagia. Semua bergantung bagaimana kita menilai setiap cerita yang kita miliki. Kita menilainya dengan positif ataukah negatif itulah yang nantinya akan mempengaruhi cara kita memandang hidup ini..
Sebenarnya, setiap masalah yang kita hadapi adalah ujian untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi dalam kehidupan. Seberapa hebat kita menghadapi atau menyelesaikan masalah tersebut menunjukkan seberapa tinggi kita menaiki level lanjutan di kehidupan ini.
Ingatlah satu hal, sekecil apapun masalah yang membebani kita, tak akan sia- sia karna itu mampu menjadi penggugur dosa- dosa kita. Kurang nikmat apa kalau sudah begini? Ketika kita mendapat masalah, itu berarti Allah sedang menghapuskan dosa- dosa kita, dan Allah sedang melatih kita untuk menjadi pribadi yang siap menghadapi jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Siap- siap untuk menjadi orang hebat yang dikurangi beban dosanya. Senantiasa bersyukurlah karnanya...
Intan Permata
Comments
Post a Comment